Satu pelajaran ku dapatkan hari ini

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Selepas menunaikan sholat dzuhur di sebuah mesjid Camlica. Sengaja ku mendatangi seseorang temanku yang waktu itu berada diujung sudut dari mesjid. Tujuannya adalah supaya dia menceritakan sebuah cerita hikmah kepadaku. Seperti biasa, setiap hari kita memang sering saling bertukar satu dua cerita hikmah dan saya suka sekali mendengar cerita-cerita berbau hikmah, apalagi yang bercerita adalah dia. Katanya. “hari ini ada sebuah cerita yang ingin ku ceritakan kepadamu, sebuah cerita yang mengajarkan kita bagaimana cara atau adab bergaul dengan orang lain.” Ku mengiyakan dan dia mulai bercerita.
Ceritanya begini. Suatu ketika ada seorang ‘alim sholeh. Dia seseorang yang selalu mengerjakan sholat lima waktu di mesjjid tanpa pernah meninggalkan satu kali pun. Jarak rumahnya tidak terlalu jauh dengan mesjid yang selalu ia datangi. Diantara rumahnya dengan mesjid ada sebuah ladang pohon kurma yang sedang berbuah segar.
Suatu hari ketika adzan dzuhur berkumandang. Dia berangkat menuju mesjid untuk menunaikan kewajiban sholat berjamaah seperti biasa. Ditengah perjalanannnya, dia melewati ladang kurma yang sedang berbuah segar itu. Dilihatnya sang pemilik ladang sedang berada dipuncak tangga yang bersandar disalah satu pohon kurma sambil memetik buah-buah segar. Melihat apa yang sedang dilakukan sang pemilik ladang sang ‘alim marah dan berkata dengan nada lantang, “wahai pemilik ladang kurma! Tidakkah engkau mendengarkan suara adzan yang sedang berkumandang? Kenapa engkau masih berada disitu dan tidak segera turun menuju mesjid?”
Mendengar pertanyaan yang diutarakan sang ‘alim, diambilnya pelepah pohon kurma diatas lalu bergegas turun dengan maksud memukulkannya ke sang ‘alim tadi. Tidak sempat melihat wajahnya ternyata sang ‘alim sudah lari dengan kencangnya menuju mesjid.
Waktu sholat ashar pun tiba. Adzan pun berkumandang. Sang ‘alim bergegas berangkat menuju mesjid. Ketika melewati ladang kurma ternyata dia melihat sang pemilik sedang memetik kurma seperti yang dia lihat diwaktu dzuhur tadi. Kemudian dia berkata, “wahai saudaraku yang baik! Tidakkah telah terdengar suara adzan berkumandang? Sudikah engkau turun lalu ikut bersamaku menuju baitullah bersama-sama. Dan engkau bisa melanjutkan pekerjaanmu kembali setelah sholat. Smoga Allah meringankan pekerjaanmu.” Mendengar ajakan sang ‘alim yang dengan lembutnya dia pun berkata, “wahai saudaraku ! kuakan turun dan pergi bersamamu menuju baitullah. Sungguh ajakanmu membuatku menjadi ikhlas, tidak seperti orang yang meneriakiku tadi siang.”
Hmmmmm…………………..
Sebuah pelajaran yang begitu murah. Yang bisa kita dapatkan dimana saja. Mulailah dari hari ini, dengan membuat orang ikhlas mengerjakan sesuatu hal. Tidak dengan paksaan apalagi makian.
19 agustus 2011, Istanbul

Komentar

  1. subhanallah ..

    kisah yang menyadarkan akan pentingnya sebuah nasehat yang keluar dari lisan yang baik :)

    semoga kita mengamalkan seperti kisah diatas^^

    -senang bisa berkunjung-

    BalasHapus
  2. Amin.. senang juga bisa dikunjungi.. :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer