Orang-orang yang Berkumpul Demi Sebuah Tujuan

    


    Pada awalnya orang-orang mulai bersimpati dan menyukai khidmah ini. Mereka pun berkumpul setelah percaya dan membenarkan perkataan-perkataan Hocaefendi yang memang cocok dan bermanfaat untuk bangsa dan negara. Lalu setelahnya hal-hal kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut atas nama perdamaian dunia pun diterima oleh warga negara lain. Mereka pun akhirnya mengikuti jalan yang sama di negara-negara mereka. Bahkan tidak hanya orang Muslim saja, beberapa orang Kristen, Musawi atau Yahudi, dan Budha sekalipun menyukai dan menganggap ini sebagai pekerjaan mereka. Mereka percaya dan berkeyakinan bahwa untuk kebahagiaan seluruh umat manusia pun harus bekerja dalam bentuk yang sama. Jika demikian, maka menyebut kebersamaan perasaan dan pikiran orang-orang ini dengan sebutan 'jamaah' pun tidak tepat.

    Misalnya, orang-orang akan mendatangi masjid yang berbeda-beda untuk mendirikan shalat jum'at dan itu dikerjakan bukan karena tekanan dari siapapun, itu dikerjakan secara sukarelawan. Dengan demikian secara natural kebersamaan ini terbentuk karena tujuan yang sama yaitu untuk mendirikan shalat jum'at. Maka sama halnya dengan pola yang dibentuk dari orang-orang yang bergerak dan berkumpul untuk sebuah tujuan tertentu, untuk sebuah pengabdian atau khidmah ini adalah sebuah "gerakan sukarelawan".

    Hocaefendi mengatakan, "Saya tidak mengenal kebanyakan orang yang datang kepadaku. Selain itu, orang-orang ini tidak saling kenal satu sama lain. Ada yang berasal dari Istanbul, Ankara, dan Izmir. Mereka bergerak setelah menerima yang dijelaskan kepada mereka dan membenarkannya. Mereka pun mengerjakan berbagai kegiatan atas nama khidmah. Lalu mereka mengatakan, "Mari kita bawa gerakan ini ke luar negeri," dan akhirnya dibukalah di luar negeri. Mereka melakukan banyak pengorbanan yang besar; tidak makan tapi malah memberi makan, tidak punya baju yang cukup malah memberi baju kepada orang lain. Para guru yang pergi ke luar negeri ridha dengan gaji yang sedikit, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang-orang berdedikasi dan menyebar di setiap penjuru dunia jika dinisbatkan kepada seseorang yang lemah seperti saya maka menjadi pemikiran yang salah, selain itu pada waktu yang sama akan melanggar hak-hak orang yang melakukan pengorbanan tersebut."

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer