ISLAM EKSKLUSIF


Simpang siur tentang eksklusifisme Islam, Islam eksklusif, Islam itu agama yang eksklusif, dsb, dst. Integrasi suatu predikat atau dakwaan itu perlu dicermati dengan jujur dan adil, bahwa memang ada benarnya, dibenarkan, dan terkadang dibilang salah.
Untuk menanggapi/mengcounter itu bisa dengan halus, logis, sistematis dll, yang katenye ilmiah. Sementara ilmiah dan jahliyah itu perbedaannya hanya amat sangat kecil sekali. Atau dengan "tidak ilmiah" yang sebetulnya lebih "ilmiah" daripada yang pertama tadi. Ada juga dengan sikap menolak secara "silence", diam, bandel, ndableg, dan itu "ilmiah". Ada kalanya dengan ungkapan "sepihak" untuk mencounter tindakan "sepihak" itu.
KH. Hasan Abdullah Sahal
Maka cetusan berikut ini penolakan atas tindakan tersebut dengan "kebanggaan abadi" atas predikat/ tuduhan itu.
Penulis bangga jadi "eksklusif" dan mengucapkan selamat berpisah dengan inklusifisme, TANPA DISKUSI dan TAK MENERIMA DISKUSI untuk masalah ini. Menyerahkan kepada Allah untuk menghukuminya, bukan diskusi, seminar, dll, dsb.
Umat Islam bila bersikap eksklusif terkadang wajib, merasa benar sendiri terkadang wajib, skeptis terkadang halal dan terkadang haram, berani menanggung semuanya itu, dan itu adalah wajib.
Islam itu modern, yang mengatakan tidak modern dialah yang tidak modern. Semua ciri kemodernan ada di dalam al-Qur'an kalau kita mau menelaahnya dengan baik.
Ada sebuah anekdot, ada alumni sebuah pesantren yang berdomisili di Saudi Arabia, dia mengantarkan turis keliling. Setiap kali turis melihat wanita Arab yang bercadar mereka mengatakan bahwa itu adalah primitif. Begitu seterusnya setiap kali bertemu dengan wanita arab yang terbiasa memakai cadar. Beberapa hari kemudian si pengantar merasa tersinggung karena ia merasa bahwa wanita itu adalah famili/saudarinya, maka terjadilah perbincangan; Pada suatu kesempatan pengantar menerangkan tentang Indonesia, di Irian ada suku yang masih telanjang karena mereka gak bisa buat bahan pakaian, tentu mereka primitif. Kemudian dia mengutarakan pertanyaan bagaimana bila seseorang yang mampu membuat pakaian tapi dia berpakaian seakan telanjang? Menurut anda bagaimana? Si turis mengatakan itu adalah gila. Dengan demikian sama saja anda mengatakan wanita Arab itu primitif dan wanita yang ada di daerah anda adalah gila. Maka si turis terdiam dan tak berani lagi mangatakan apa-apa bila melihat wanita pakai cadar.
Kita membuat suatu peraturan yang sah disepakati; orang lain tak usah ribut, yang menjalankan saja mau kok.
Ilustrasi: Dulu ada pejabat yang kerjanya meludahi Islam dan umat Islam dengan caranya, saya terpukul atas tindakan-tindakannya. Apa salahnya kalau ada kyai meludahi orang semacam itu?! Pola ndablekisasi kadang perlu dan kadang juga wajib. Islam merupakan simbol kendablekan, tak ada toleransi, bila A diakui maka B tidak. Kita dalam menyatakan kepercayaan dalam ketuhanan tak pernah mengatakan الإِلهُ اللهُ tapi mengungkapkan dengan kalimat لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ pernyataan yang secara ekstrim menentang adanya Tuhan selain Allah, dan pernyataan bahwa Tuhan yang lain selain Allah itu tidak ada. Juga syahadat yang pertama kali diucapkan adalah suatu persaksian yang dipertanggung jawabkan sampai mati, tidak kita mengatakan saya mengetahui. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهَ bukan dengan أَنَا أَْعِرفُ yang tidak dapat mempertanggungjawabkan kekuatannya.
Jangan pernah mendiskusikan sesuatu yang sudah pasti, dan hak yang tertuang di dalam nash al-Qur'an. Mendiskusikannya dan berijtihad terhadap itu, bila benar tetap kita mendapatkan dosa satu apalagi kalau salah dua dosa yang akan diterima.
Kita sekarang ini banyak melakukan hal yang sia-sia dan banyak kekosongan yang kita laksanakan. Seminar-seminar yang diadakan banyak yang hanya merupakan perbuatan sia-sia, kita harus mengahadapinya dengan dua sikap; pertama, tidak berubah dengan atau tanpa adanya seminar, dan membiarkan mereka berbicara satu, dua jam setelah puas kita persilahkan untuk pulang. Kedua, katakan kita tahu apa yang akan mereka jelaskan dan kita persilahkan pergi daripada membuang waktu kita. Tahu bahwa dia mau mengatakan itu semuanya.
Kemuliaan (الشَّـرَفُ) bukan karena keturunan dari orang tua atau keluaga, melainkan dibentuk dan diperoleh dari tiap individu. Kita akan dihargai selama kita menghargai diri kita. Karena suatu ketika manusia tidak menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, menjadi orang yang dihargai dan berharga bila tahu akan kepentingan dan penghargaan.
Perkataan seorang guru kepada murid kesayangannya: " Kalau ente masih takut kepada selain Allah dan mengharap selain ridha Allah, jangan dekat dengan saya, dan jangan mengatakan bahwa kamu adalah pejuang". Kita harus menjadikan pedoman ini sebagai tulang punggung kita dalam bertindak dan berbuat dan bersikap.
Gontor, Mei 31, '05
( sumber : catatan FB beliau KH. Hasan Abdullah Sahal )

Komentar

Postingan Populer